Skip to main content

Kebiasaan Ini Anda Lakukan Setiap Hari dan Dapat Merusak Ginjal

Ilustrasi ginjal.

Ginjal merupakan salah satu organ paling penting dalam tubuh manusia. Ginjal melakukan fungsi penting dalam tubuh manusia. Dan itu berarti, Anda harus merawat dan menjaganya dengan baik. 

Ya, ginjal melakukan banyak fungsi vital dalam tubuh Anda, seperti mencegah penumpukan kotoran di tubuh, menjaga kadar elektrolit agar tetap stabil, dan membuat hormon yang mengatur tekanan darah, membuat sel-sel darah, serta mempertahankan tulang agar tetap kuat.

Mengingat betapa pentingnya fungsi ginjal untuk tubuh Anda, sudah selayaknya Anda tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan berikut ini, karena berpotensi dapat merusak organ ginjal Anda. Segera hindari kebiasaan-kebiasaan ini, dan berikut apa yang harus Anda lakukan untuk melindungi ginjal Anda.

1. Menahan buang air kecil
Mempertahankan urine di kandung kemih adalah ide yang buruk. Jika Anda rutin melakukannya, hal ini dapat meningkatkan tekanan urine dalam ginjal dan dapat menyebabkan gagal ginjal atau inkontinensia.

2. Tidak minum cukup air
Ginjal perlu tetap terhidrasi untuk menjalankan fungsinya. Jika kita tidak cukup minum, racun akan berkumpul dalam darah karena tidak ada cukup cairan untuk menguras mereka melalui ginjal. National Kidney Foundation menyarankan untuk minum setidaknya 12 gelas air per hari. Cara mudah untuk melihat apakah Anda cukup minum atau tidak adalah dengan memeriksa warna urine Anda.


3. Konsumsi tinggi garam
Garam memang penting bagi tubuh, tetapi Anda harus membatasi asupannya. Konsumsi berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan menempatkan terlalu banyak tekanan pada ginjal. Anda tidak boleh mengonsumsi lebih dari 5,8 gram sehari.

4. Penggunaan Analgesik secara teratur
Kebanyakan orang saat merasakan sakit, mereka akan langsung memutuskan untuk mengonsumsi obat. Tetapi, sekarang Anda harus berpikir dua kali. Ya, semua obat farmasi diketahui memiliki efek samping, dan banyak menyebabkan kerusakan ginjal. 

5. Konsumsi tinggi protein
Protein baik untuk kesehatan Anda, tetapi konsumsi berlebih daging merah dan makanan berprotein lainnya dapat meningkatkan risiko mengembankan penyakit ginjal. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh sekelompok ahli di Universitas Harvard, telah menemukan bahwa terlalu banyak protein dalam asupan Anda dapat membahayakan ginjal.

6. Konsumsi terlalu banyak kafein
Tanpa sadar, kita sering mengonsumsi lebih banyak kafein. Kafein banyak terdapat pada minuman ringan dan soda. Tahukah Anda, saat Anda mengonsumsi terlalu banyak kafein, ginjal Anda akan mulai mengeluh.

7. Mengabaikan infeksi umum
Mengabaikan infeksi umum, seperti pilek, flu, batuk, faringitis, tonsilitis, dan lain-lain, juga dapat menyebabkan kerusakan besar pada ginjal Anda. Orang yang memiliki penyakit ginjal memiliki sejarah tidak beristirahat ketika mereka sakit. Selain itu, penderita penyakit ginjal juga lebih sensitif terhadap perubahan cuaca dan sering sakit.

Sumber: Underground Health

Comments

Popular posts from this blog

Setiap Pagi, Minum Segelas Air Ini dan Kanker Akan Hilang

Ilustrasi minuman pemusnah kanker. Para ahli medis menemukan bahwa hingga 95 persen dari semua penyakit kanker memiliki lingkungan asam di belakangnya. Mereka juga menemukan, kanker tidak dapat bertahan hidup di lingkungan basa, di mana tingkat pH-nya 7,36 atau lebih. Dan hal terburuknya adalah asidosis (keasaman) tidak hanya terhubung dengan perkembangan kanker. Asidosis juga dikaitkan dengan penyakit dan masalah kesehatan lain, seperti osteoporosis, diabetes, penyakit jantung, dan hampir semua penyakit kronis lainnya yang banyak diderita saat ini. Untuk itu, kami akan menunjukkan cara untuk membuat air alkali detoksifikasi, dengan lemon dan sedikit garam. Resep ini sangat sederhana, dan Anda hanya memerlukan waktu 5 menit untuk mempersiapkannya.  Baca juga: 3 Bahan Alami Ini Efektif Bunuh Kanker Rahim Apakah Anda tahu, bahwa lemon memiliki keseimbangan pH yang kuat? Meskipun lemon memiliki rasa asam, namun lemon memiliki tingkat basa yang kuat, yang mampu mengatur pH tubuh. ...

Ternyata, Nangka Bisa Obati Kanker

Buah nangka. Nangka merupakan buah terbesar di dunia dengan berat bisa mencapai 45 kilogram. Buah ini memiliki kulit hijau atau kuning tebal dan keras dengan daging berwarna kuning jika sudah masak. Karena tekstur, fleksibilitas dan kandungan gizinya, buah ini sangat populer di kalangan vegan.  Buah nangka kaya akan nutrisi, seperti serat, kalium, magnesium, kalsium, zat besi, vitamin A, B6 dan C, serta protein. Secangkir nangka akan memberikan 25 persen vitamin B6 yang direkomendasikan untuk kebutuhan tubuh. Kanker kolorektal merupakan penyakit yang sulit untuk diobati. Dan menurut National Cancer Institute, penyakit ini telah menjangkiti lebih dari 1,17 juta orang di Amerika Serikat setiap tahunnya. Untungnya, nangka berhasil mengobati jenis kanker ini dan memperkuat organ tubuh Anda. Lalu, apa lagi yang bisa dilakukan nangka untuk tubuh Anda? Mencegah kanker usus Nangka kaya akan fitonutrien, isoflavon, lignan, dan saponin yang memiliki sifat antikanker yang kuat. Nutrisi ini ak...

Bahan Alami Ini Bersihkan Paru-paru dari Debu, Bakteri & Bahan Kimia

Ilustrasi paru-paru. Pertama, Anda perlu tahu bahwa banyak hal yang dapat menyebabkan organ pernapasan kita bermasalah, seperti alergi, asma, oganisme berbahaya, dan menghirup berbagai polutan. Gejala paling umum dan tanda-tanda peringatan jika terjadi masalah pernapasan adalah, sesak di dada, kesulitan bernapas, hidung tersumbat, iritasi tenggorokan, dan lain-lain. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, atau orang-orang di sekitar Anda mengalaminya Anda bisa membantunya dengan memberikan bahan alami yang satu ini. Bahan alami apakah yang dimaksud? Ya, rempah-rempah menakjubkan tersebut adalah oregano. Ini merupakan 'alat' yang ampuh untuk menjaga kesehatan paru-paru Anda. Selain handal, efektif dan aman, oregano kaya akan carvacrol, flavonoid, dan senyawa terpen, yang semuanya memiliki sifat dekongestan dan antihistamin alami. Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh sekelompok peneliti di Institute of Technology Medical Center, Departemen THT di Israel, telah mengu...