Skip to main content

Makan 3 Potong, Berpotensi 50% Kanker Pankreas

Ilustrasi kanker pankreas.

Kanker pankreas memiliki tingkat kematian tertinggi dari semua jenis kanker. 94 persen penderita kanker pankreas, meninggal dalam waktu 5 tahun setelah didiagnosis, dan hanya 8 persen yang bisa bertahan lebih dari 5 tahun. 74 persen penderita meninggal di tahun pertama diagnosis.

Kanker pankreas biasanya menyebar dengan cepat dan jarang terdeteksi pada tahap awal. Itulah sebabnya, kanker jenis ini menjadi penyebab utama kematian pada penderita kanker. 

Geja-gejala yang ditimbulkan antara lain, nyeri perut atau punggung, penurunan berat badan, menguningnya kulit dan mata, kehilangan nafsu makan, mual, perubahan tinja, diabetes, dan pembekuan darah.

Sedangkan merokok, usia, diabetes, kelebihan berat badan, dan riwayat penyakit keluarga, merupakan faktor yang berisiko menimbulkan penyakit ini.


Studi baru yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer, menganalisis data dari hasil 11 uji klinis dan 6643 pasien dengan kanker pankreas. Untuk penelitian ini, peneliti meninjau 11 penelitian dan laporan kasus pada lebih dari 6000 pasien, dan mencari hubungan antara konsumsi daging olahan (sosis dan bacon) dan kanker.

Hasil analisis mereka menunjukkan bahwa setiap 50 gram daging olahan yang dimakan seseorang per hari, setara dengan 2 iris bacon atau sosis, dan risiko naik menjadi 19 persen. Sedangkan bagi mereka yang mengonsumsi 150 gram (3 sosis atau 6 strip bacon) setiap hari, risiko terkena kanker pankreas naik menjadi 57 persen.

The World Cancer Research Fund telah menyarankan untuk benar-benar menghindari daging olahan, termasuk sosis, pepperoni, bacon, ham, daging kalkun asap, dan hot dog, karena semuanya mengandung nitrat dan nitrit yang telah dikaitkan dengan kanker.

Para peneliti juga mengatakan, merokok dapat meningkatkan risiko kanker pankreas hingga 74 persen.

Sumber: Natural Health and Beauty

Comments

Popular posts from this blog

Setiap Pagi, Minum Segelas Air Ini dan Kanker Akan Hilang

Ilustrasi minuman pemusnah kanker. Para ahli medis menemukan bahwa hingga 95 persen dari semua penyakit kanker memiliki lingkungan asam di belakangnya. Mereka juga menemukan, kanker tidak dapat bertahan hidup di lingkungan basa, di mana tingkat pH-nya 7,36 atau lebih. Dan hal terburuknya adalah asidosis (keasaman) tidak hanya terhubung dengan perkembangan kanker. Asidosis juga dikaitkan dengan penyakit dan masalah kesehatan lain, seperti osteoporosis, diabetes, penyakit jantung, dan hampir semua penyakit kronis lainnya yang banyak diderita saat ini. Untuk itu, kami akan menunjukkan cara untuk membuat air alkali detoksifikasi, dengan lemon dan sedikit garam. Resep ini sangat sederhana, dan Anda hanya memerlukan waktu 5 menit untuk mempersiapkannya.  Baca juga: 3 Bahan Alami Ini Efektif Bunuh Kanker Rahim Apakah Anda tahu, bahwa lemon memiliki keseimbangan pH yang kuat? Meskipun lemon memiliki rasa asam, namun lemon memiliki tingkat basa yang kuat, yang mampu mengatur pH tubuh. ...

3 Kali Konsumsi Minuman Manis Berisiko Kanker Payudara

Ilustrasi kanker payudara. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang tak kalah berbahaya dan mematikan. Banyak wanita yang ketakutan dan merasa cemas jika dirinya sampai terjangkit penyakit ini. Kanker payudara menyerang secara tiba-tiba tanpa ada gejala sebelumnya. Untuk itu, mencegah merupakan langkah terbaik untuk menghindari penyakit yang dapat merenggut keindahan dari seorang wanita ini. Salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah dengan memerhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh Anda, seperti makanan dan minuman. Terutama asupan gula yang terdapat dalam minuman Anda. Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Kanada, yang dipublikasikan dalam Journal BMC Public Health menyatakan bahwa hanya mengonsumsi 3 kali minuman manis dalam seminggu, dapat meningkatkan kepadatan jaringan payudara dan meningkatkan risiko kanker payudara. Baca juga: Penyebab Kanker Payudara yang Anda Minum Setiap Hari Penelitian ini melibatkan 776 wanita sebelum menopause, dan 779...

Ternyata, Nangka Bisa Obati Kanker

Buah nangka. Nangka merupakan buah terbesar di dunia dengan berat bisa mencapai 45 kilogram. Buah ini memiliki kulit hijau atau kuning tebal dan keras dengan daging berwarna kuning jika sudah masak. Karena tekstur, fleksibilitas dan kandungan gizinya, buah ini sangat populer di kalangan vegan.  Buah nangka kaya akan nutrisi, seperti serat, kalium, magnesium, kalsium, zat besi, vitamin A, B6 dan C, serta protein. Secangkir nangka akan memberikan 25 persen vitamin B6 yang direkomendasikan untuk kebutuhan tubuh. Kanker kolorektal merupakan penyakit yang sulit untuk diobati. Dan menurut National Cancer Institute, penyakit ini telah menjangkiti lebih dari 1,17 juta orang di Amerika Serikat setiap tahunnya. Untungnya, nangka berhasil mengobati jenis kanker ini dan memperkuat organ tubuh Anda. Lalu, apa lagi yang bisa dilakukan nangka untuk tubuh Anda? Mencegah kanker usus Nangka kaya akan fitonutrien, isoflavon, lignan, dan saponin yang memiliki sifat antikanker yang kuat. Nutrisi ini ak...