Skip to main content

Awas, 20 Obat Ini Sebabkan Kerusakan Otak

Ilustrasi obat.

Meskipun obat resep biasanya dikonsumsi saat merasakan nyeri saja, tetapi pemakaian obat-obatan ini dihubungkan dengan lebih dari 100.000 kematian per tahun. Dan lebih dari 1,5 juta orang dirawat di rumah sakit karena efek samping yang serius.

Pemakaian obat-obatan secara terus-menerus sebenarnya dapat menimbulkan efek kesehatan yang merugikan pada pasien, termasuk kehilangan memori. Untuk itu, Anda disarankan untuk meminimalisir penggunaan obat kimia.

Gunakan obat sesuai resep dokter dan konsumsi dengan dosis yang tepat juga dapat sedikit membantu Anda. Tetapi, tidak mengonsumsinya sama sekali menjadi solusi yang paling tepat. Berikut kategori obat yang dikaitkan dengan kehilangan memori dan penurunan kognitif otak.

1. 'Anti' obat.
Kelompok obat yang masuk dalam kategori ini, di antaranya antihistamin, antidepresan, antipsikotik, antibiotik, antispasmodik, dan antihipertensi, yang dapat mempengaruhi fungsi tepat dari neurotransmitter asetilkolin, yang penting untuk daya ingat dan fungsi kognitif. Buruknya lagi, obat-obatan ini mudah tersedia tanpa resep, dan dapat menyebabkan kerusakan serius, terutama jika tidak dikonsumsi dengan dosis tepat.

2. Obat tidur
Obat tidur dapat menyebabkan kehilangan memori jangka pendek dan jangka panjang. Hasil penelitian telah mengonfirmasi, bahwa semua jenis pil tidur dapat memicu berbagai tingkat gangguan memori dan kinerja. Selain itu, pil tidur juga dapat menekan fungsi yang tepat dari berbagai sel-sel otak, sehingga akan mempengaruhi kewaspadaan dan penilaian. 
3. Obat statin
Obat penurun kolesterol ini bahkan telah berada di bawah pengawasan FDA karena laporan kerusakan kognitif dan hilangnya memori. Obat ini dilaporkan karena dapat membuat pasien merasa tidak fokus dan pelupa.

Berikut daftar obat resep yang dikenal dapat memicu hilangnya ingatan pada pasien:
  • Obat penghilang rasa sakit
  • Pil tidur: Ambien, Lunesta, Sonata
  • Steroid
  • Antibiotik (kuinolon)
  • Antihistamin
  • Obat untuk Parkinson: skopolamin, atropin, glikopirolat
  • Untuk epilepsi: fenitoin atau Dilantin
  • Benzodiazepin: Valium, Xanax, Ativan, Dalmane
  • Quinidine
  • Naproxen
  • Interferon
  • Obat tekanan darah tinggi
  • Insulin
  • Beta blockers (terutama yang digunakan untuk glaukoma)
  • Metildopa
  • Barbiturat: Amytal, Nembutal, Seconal, fenobarbital
  • Obat kemoterapi
  • Antipsikotik: Haldol, Mellaril
  • Antidepresan trisiklik
  • Lithium

Berikut beberapa gejala hilangnya memori setelah Anda mengonsumsi salah satu obat di atas
  • Berulang kali mengajukan pertanyaan yang sama
  • Lupa akan kata-kata umum saat berbicara
  • Pelupa
  • Suasana hati dan perilaku yang mudah berubah

Jika Anda ingin melakukan perubahan pengobatan, Anda harus mendiskusikannya dengan praktisi kesehatan Anda. Kabar baiknya, biasanya efek samping akan mereda setelah pengobatan berhenti.

Perbanyak konsumsi makanan yang dapat meningkatkan fungsi otak dan melakukan aktivitas fisik secara teratur, akan sangat bermanfaat bagi kesehatan otak Anda.

Sumber: Daily Healthy Post

Comments

Popular posts from this blog

Setiap Pagi, Minum Segelas Air Ini dan Kanker Akan Hilang

Ilustrasi minuman pemusnah kanker. Para ahli medis menemukan bahwa hingga 95 persen dari semua penyakit kanker memiliki lingkungan asam di belakangnya. Mereka juga menemukan, kanker tidak dapat bertahan hidup di lingkungan basa, di mana tingkat pH-nya 7,36 atau lebih. Dan hal terburuknya adalah asidosis (keasaman) tidak hanya terhubung dengan perkembangan kanker. Asidosis juga dikaitkan dengan penyakit dan masalah kesehatan lain, seperti osteoporosis, diabetes, penyakit jantung, dan hampir semua penyakit kronis lainnya yang banyak diderita saat ini. Untuk itu, kami akan menunjukkan cara untuk membuat air alkali detoksifikasi, dengan lemon dan sedikit garam. Resep ini sangat sederhana, dan Anda hanya memerlukan waktu 5 menit untuk mempersiapkannya.  Baca juga: 3 Bahan Alami Ini Efektif Bunuh Kanker Rahim Apakah Anda tahu, bahwa lemon memiliki keseimbangan pH yang kuat? Meskipun lemon memiliki rasa asam, namun lemon memiliki tingkat basa yang kuat, yang mampu mengatur pH tubuh. ...

3 Kali Konsumsi Minuman Manis Berisiko Kanker Payudara

Ilustrasi kanker payudara. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang tak kalah berbahaya dan mematikan. Banyak wanita yang ketakutan dan merasa cemas jika dirinya sampai terjangkit penyakit ini. Kanker payudara menyerang secara tiba-tiba tanpa ada gejala sebelumnya. Untuk itu, mencegah merupakan langkah terbaik untuk menghindari penyakit yang dapat merenggut keindahan dari seorang wanita ini. Salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah dengan memerhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh Anda, seperti makanan dan minuman. Terutama asupan gula yang terdapat dalam minuman Anda. Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Kanada, yang dipublikasikan dalam Journal BMC Public Health menyatakan bahwa hanya mengonsumsi 3 kali minuman manis dalam seminggu, dapat meningkatkan kepadatan jaringan payudara dan meningkatkan risiko kanker payudara. Baca juga: Penyebab Kanker Payudara yang Anda Minum Setiap Hari Penelitian ini melibatkan 776 wanita sebelum menopause, dan 779...

Ternyata, Tekanan Darah Normal Bukan 120/80

Ilustrasi tekanan darah normal. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi kardiovaskular umum yang dapat mempengaruhi orang dari segala usia. Bahkan, lebih dari 40 persen orang dewasa di atas usia 25 tahun telah menderita penyakit ini. Hipertensi menyumbang 50 persen dari seluruh kematian di dunia, dan penyebabnya adalah penyakit kardiovaskular. Sembilan dari sepuluh orang di Amerika Serikat menderita hipertensi pada usia 65 tahun. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit mematikan, dan untuk mencegahnya, sangat penting untuk mengatur pola makan Anda. Gaya hidup sehat dapat menjaga sistem kardiovaskular Anda agar tetap sehat dan mengontrol tekanan darah Anda.  Baca juga: Bersihkan Pembuluh Darah dengan Satu Cangkir Minuman Ini Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah mengecek tekanan darah Anda secara rutin. Ya, hampir semua orang tahu bahwa 120/80 merupakan tekanan darah manusia normal. Tetapi, menurut pedoman baru dari Asosiasi ESC, standar ini telah b...